Selasa, 12 April 2016

Tentang Rindu

Dalam keheningan malam
diselimuti langit nan gelap
kenapa selalu saja rindu datang menghampiri
ia datang bak cahaya dalam kegelapan
namun jua layaknya menggenggam duri mawar

lantas timbul sebuah pertanyaan
'akankah ia merasakan hal yang sama?'
ah.. kurasa rindu ini tunggal

dan bagaimana cara ku mengungkapkan rindu itu padamu
wahai kau yang kurindukan?
ingin ku mengatakan namun sulit tuk berucap
memendam pun menjadi budaya saat rindu itu datang

aku pun teringat
bahwa ada Dia yang menciptakan rindu
ku curahkan segala isi hatiku kepada-Nya
dan do'a ku untukmu adalah wujud dari ungkapan rinduku
dapatkah kau merasakannya?
Dia pasti selalu mengirimkan per-peri kecilnya
untuk menyampaikan hal itu padamu

biarlah kini ku merasakan perihnya rindu yang terus terpendam
karena ku yakin
kelak takkan ada hijab lagi tuk ku sampaikan
langsung tertuju padamu

karena pada saat itu, engkaulah yang menjadi pelengkapku
kau yang menjadi tulang rusukku
aku yang menjadi tulang punggungmu
pengisi sela-sela jariku
dan penyempurna bagi agamaku

Rabu, 22 April 2015

Kamu...

Kamu...
Nama yang selalu ku sebut dalam do'aku
ketika rindu ini datang, ingin rasanya ku sampaikan kepadamu
Namun aku mengurungkan niat itu
Bukan karena aku takut
Bukan karena aku tidak jantan
Tetapi aku sadar, bukan begitulah cinta yang sesungguhnya
Aku hanya berani menyebut namamu kepada Sang Pemilik Cinta
Tak sungkan ku bercerita dengan-Nya bahwa aku merindumu

Kau tahu? Terkadang mata ini iri kepada hati
Karena kau ada di hatiku namun tak nampak dimataku

Beginilah caraku mencintaimu
Dengan diam ku
Dalam bisu ku
Dan dengan caraku sendiri
Karena aku sadar jika aku mengungkapkannya, itu akan merusak fitrah cinta yang sesungguhnya
Aku ingin menjaga mu
Dan juga menjaga diriku
Menjaga izzah dan iffah mu serta menjaga izzah dan iffah ku

Ku memohon kepada Tuhanku
Agar kelak akulah yang kan menjadi tulang punggungmu
Dan engkaulah kelak yang kan menjadi tulang rusukku
Pengisi sela-sela jariku
Dan menjadi madrasah bagi anak-anakku

Rabu, 04 Maret 2015

Silent in Love

~ Ada yang diam-diam menahan rindu.
Ada yang diam-diam mengagumi dari kejauhan.
Ada yang diam-diam menahan rasa yang menguap.
Ada yang diam-diam acuh ketika cemas mulai menghantui.
Dan hati ini menggebu akan rasa itu. Dengan sigap istighfar aku lafadz kan.
Namun.... Disaat itulah ingatan akan sosok itu kian menyibak relung hati.
Rasa rindu ini kian mendalam menyelimuti hati.
Sosok itu begitu jauh dari jangkauan mataku. Namun serasa begitu dekat, tetapi sayang aku tak mampu menggapainya pada saat ini.
Ya.... Aku dan dirimu harus bersabar untuk sementara waktu.
Menahan untuk segala rasa yang belum pantas diutarakan.
Dan tak hentinya aku meminta kepada-Nya suatu saat, semua rasa ini akan terangkai indah pada waktu yang Allah perkenankan.
in syaa Allah, pada akhirnya kita akan tersenyum bahagia diatas pelaminan.
Namun kini.... Biarkan aku lepaskan segala harap itu. Agar hati kita terjaga dari perkara yang dimurkai oleh-Nya.
Karena aku percaya.... Ketika kita menyerahkan segala hal pada-Nya, segalanya akan indah untuk disyukuri ~
^_^