Kamu...
Nama yang selalu ku sebut dalam do'aku
ketika rindu ini datang, ingin rasanya ku sampaikan kepadamu
Namun aku mengurungkan niat itu
Bukan karena aku takut
Bukan karena aku tidak jantan
Tetapi aku sadar, bukan begitulah cinta yang sesungguhnya
Aku hanya berani menyebut namamu kepada Sang Pemilik Cinta
Tak sungkan ku bercerita dengan-Nya bahwa aku merindumu
Kau tahu? Terkadang mata ini iri kepada hati
Karena kau ada di hatiku namun tak nampak dimataku
Beginilah caraku mencintaimu
Dengan diam ku
Dalam bisu ku
Dan dengan caraku sendiri
Karena aku sadar jika aku mengungkapkannya, itu akan merusak fitrah cinta yang sesungguhnya
Aku ingin menjaga mu
Dan juga menjaga diriku
Menjaga izzah dan iffah mu serta menjaga izzah dan iffah ku
Ku memohon kepada Tuhanku
Agar kelak akulah yang kan menjadi tulang punggungmu
Dan engkaulah kelak yang kan menjadi tulang rusukku
Pengisi sela-sela jariku
Dan menjadi madrasah bagi anak-anakku