Kamu...
Nama yang selalu ku sebut dalam do'aku
ketika rindu ini datang, ingin rasanya ku sampaikan kepadamu
Namun aku mengurungkan niat itu
Bukan karena aku takut
Bukan karena aku tidak jantan
Tetapi aku sadar, bukan begitulah cinta yang sesungguhnya
Aku hanya berani menyebut namamu kepada Sang Pemilik Cinta
Tak sungkan ku bercerita dengan-Nya bahwa aku merindumu
Kau tahu? Terkadang mata ini iri kepada hati
Karena kau ada di hatiku namun tak nampak dimataku
Beginilah caraku mencintaimu
Dengan diam ku
Dalam bisu ku
Dan dengan caraku sendiri
Karena aku sadar jika aku mengungkapkannya, itu akan merusak fitrah cinta yang sesungguhnya
Aku ingin menjaga mu
Dan juga menjaga diriku
Menjaga izzah dan iffah mu serta menjaga izzah dan iffah ku
Ku memohon kepada Tuhanku
Agar kelak akulah yang kan menjadi tulang punggungmu
Dan engkaulah kelak yang kan menjadi tulang rusukku
Pengisi sela-sela jariku
Dan menjadi madrasah bagi anak-anakku
Rabu, 22 April 2015
Rabu, 04 Maret 2015
Silent in Love
~ Ada yang diam-diam menahan rindu.
Ada yang diam-diam mengagumi dari kejauhan.
Ada yang diam-diam menahan rasa yang menguap.
Ada yang diam-diam acuh ketika cemas mulai menghantui.
Dan hati ini menggebu akan rasa itu. Dengan sigap istighfar aku lafadz kan.
Namun.... Disaat itulah ingatan akan sosok itu kian menyibak relung hati.
Rasa rindu ini kian mendalam menyelimuti hati.
Sosok itu begitu jauh dari jangkauan mataku. Namun serasa begitu dekat, tetapi sayang aku tak mampu menggapainya pada saat ini.
Ya.... Aku dan dirimu harus bersabar untuk sementara waktu.
Menahan untuk segala rasa yang belum pantas diutarakan.
Dan tak hentinya aku meminta kepada-Nya suatu saat, semua rasa ini akan terangkai indah pada waktu yang Allah perkenankan.
in syaa Allah, pada akhirnya kita akan tersenyum bahagia diatas pelaminan.
Namun kini.... Biarkan aku lepaskan segala harap itu. Agar hati kita terjaga dari perkara yang dimurkai oleh-Nya.
Karena aku percaya.... Ketika kita menyerahkan segala hal pada-Nya, segalanya akan indah untuk disyukuri ~
^_^
Ada yang diam-diam mengagumi dari kejauhan.
Ada yang diam-diam menahan rasa yang menguap.
Ada yang diam-diam acuh ketika cemas mulai menghantui.
Dan hati ini menggebu akan rasa itu. Dengan sigap istighfar aku lafadz kan.
Namun.... Disaat itulah ingatan akan sosok itu kian menyibak relung hati.
Rasa rindu ini kian mendalam menyelimuti hati.
Sosok itu begitu jauh dari jangkauan mataku. Namun serasa begitu dekat, tetapi sayang aku tak mampu menggapainya pada saat ini.
Ya.... Aku dan dirimu harus bersabar untuk sementara waktu.
Menahan untuk segala rasa yang belum pantas diutarakan.
Dan tak hentinya aku meminta kepada-Nya suatu saat, semua rasa ini akan terangkai indah pada waktu yang Allah perkenankan.
in syaa Allah, pada akhirnya kita akan tersenyum bahagia diatas pelaminan.
Namun kini.... Biarkan aku lepaskan segala harap itu. Agar hati kita terjaga dari perkara yang dimurkai oleh-Nya.
Karena aku percaya.... Ketika kita menyerahkan segala hal pada-Nya, segalanya akan indah untuk disyukuri ~
^_^
Langganan:
Komentar (Atom)